"Wajar saja kalau
kain tradisional punya harga yang mahal, karena semuanya dibuat manual dengan
tangan dan bukan mesin," ungkap Lusia Leburaya, Ketua Dekranasda (Dewan
Kerajinan Nasional Daerah) Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu di Jakarta.
Menurut Lusia, harga jual yang cukup
tinggi ini lebih merupakan penghargaan atas jerih payah para perajin kain,
karena kain-kain tersebut dibuat melalui proses pemikiran dan kreativitas yang
panjang. Selain itu, proses pembuatan dan pewarnaannya juga amat menentukan
harga jualnya. Namun bagaimana sebenarnya proses pembuatan kedua jenis kain ini
menentukan harganya?
